Menyeru Hang Nadim

Sejarah mengutuskanmu
di tengah-tengah putus asa
bapa dan datuk kita
berbenteng betis dan dada
menahan muncung todak
dari samudera autokrasi
atau badai anarki.

Tanpa latar, tanpa datar
di tengah-tengah hiruk-pikuk
bapa dan datuk kita
kau bertahan dengan
benteng kebijaksanaan
menunjuk teladan
kewarasan
yang bisa menahan
autokrasi atau anarki.

Hang Nadim
sejarah menghantarmu lagi
mengajar kami tentang demokrasi
apa itu yang namanya
pohon pisang
atau pilihan raya.

Sungguh, bukan kami
yang mengajarkanmu demokrasi
tapi kalian
menunjukkan kami
bagaimana memilih pemimpin.

Kuala Lumpur, Januari 2010

2 kritik:

abuyon berkata...

Barangkali sudah budaya
orang kita, sejak dulu
hingga sekarang

Sudah mendarah
daging

Nazmi Yaakub berkata...

dah jadi tulang :)